Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJSTK) Cabang Batam Sekupang bersama Pemkot Batam akan menjadikan seluruh perangkat RT RW di lingkungan Pemkot Batam menjadi peserta.

Hotnewsbatam.com, Batam : Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJSTK) Cabang Batam Sekupang bersama Pemkot Batam akan menjadikan seluruh perangkat RT RW di lingkungan Pemkot Batam menjadi peserta.

Hal ini dilakukan dalam rangka memperluas kepesertaan dengan menyasar para pengurus RT RW di wilayah itu.

Kepala Kantor Cabang BPJSTK Batam Sekupang Jefri Iswanto mengatakan hal ini merupakan pertama kali di Kepri. Selain itu petugas RT RW merupakan kepanjangan tangan dari Pemkot Batam dan termasuk dalam kategori kalangan penerima upah.

"Tanpa disadari perangkat RT RW sangat rentan dengan sejumlah masalah yang dihadapi dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat. Bahkan kerjanya bisa dikatakan 24 jam, tentunya dengan menjadi peserta BPJSTK, mereka terlindungi dengan sesuatu yang dapat menimpa mereka saat bertugas," kata Jefri.

Pentingnya peran mereka (RT dan RW) di tengah masyarakat, sudah seharusnya mendapatkan apresiasi dengan diberikan perlindunga.

Jefri mencontohkan pada kasus di Tiban kamoung kamerin, hanya karena mencoba memisahkan dari perkelahian warga, perangkat RT nya malah tewas tertikan oleh warganya sendiri.

Dengan sudah terlundungi BPJSTK setidaknya keluarga yang ditinggalkan tidak begitu menjadi beban, karena akan mendapatkan biaya pergantian dari BPJSTK.

"Setidaknya pihak keluarga tidak terlalu pusing karena bisa memulai kehidupan baru dengan usaha, meski kehilangan tulang punggung keluarga," terang Jefri.

Untuk tahap awal, perangkat RT RW yang didaftarkan baru perangkat RT RW se-kecamatan Sagulung. Selanjutnya hal ini diikuti seluruh kecamatan lain yang ada di Kota Batam.

"Untuk kepersertaannya, kami ikutkan di program JKK dan JKM dimana kedua program ini perangkat RT RW hanya dikenakan biaya iuran hanya Rp5.400 perbulannya," ujarnya.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Batam Gintoyono mengaku Pemkot Batam sadar bahwa peserta yang hadir pada sosialisasi tersebut belum terlindungi karena hanya dianggap sebagai pekerjaan tambahan.

"Menjadi pengurus RT RW itu adalah amanah dan dibaliknya ada resiko yang sewaktu waktu bisa dialami oleh mereka. Makanya kami sangat mendukung rencana BPJSTK untuk menjadikan RT RW sebagai peserta," katanya.

Dengan terlindungnya seluruh perangkat RT RW di BPJSTK setidaknya kesejahteraan RT RW di Kota Batam sudah terjamin.

"Seperti contoh salah satu muajin di salah satu Masjid yang ada di Batam, mengalami kecelakaan saat bekerja, dan sampai sembuh ditanggung biaya perobatannua," jelas Gintoyono.

Gintoyono menambahkan dengan kerjasama ini, setidaknya Batam merupakan satu-satunya kota yang mendaftarkan perangkat RT RW nya menjadi peserta BPJSTK.***