Hotnewsbatam.com, Opini : Ahli strategi dan perencana kehidupan yang handal tanpa pertanyaan adalah Tuhan. Di satu sisi, kita selalu menganggap sebuah cobaan tersebut adalah sebuah kegagalan, kebodohan, dan ketidakpedulian kita pada masalah yang dihadapi. Semuanya tidak benar. Yang benar, adalah itu sudah rencana besar bagi kita.

Namun pada kenyataannya, kehidupan yang sebenarnya adalah perencanaan yang baik dan matang bagi segala sesuatu yang ada di alam semesta sudah ditentukan. Thomas Alfa Edisson tidak merencanakan diri sebagai seorang penemu yang bisa menerangi dunia ini dengan bola lampu pijarnya.

Albert Einstein tentu saja akan putus asa ketika seorang guru matemetikanya mengatakan bahwa dia adalah terbodoh di dalam kelasnya. Kedua orang tersebut jelas mengubah dunia. Thomas Alfa Edisson denga ketuliannya, Einstein dengan autismenya yang selalu berkhayal dan berbicara sendiri ketika memulai sebuah tiori. Bahkan merubah jalan berpikirnya manusia modern yang ada saat ini. Begitu cepat zaman berlalu namun mereka akhirnya menjadi sejarah dalam peradaban dunia.

Sekelumit dendam Hittler muda, ketika akan menjadi seniman lukis. Mengenangkan dia akan pahitnya, diolok-olok dan ditertawakan oleh orang-orang yang mengaku seniman diawal abad 20. Dengan menangis dan bersumpah dipinggir sungai Rhine, Jerman, dilemparkanya hasil karya lukisannya ke sungai yang indah tersebut dan berjanji akan kembali sebagai seniman yang akan diakui dunia. Dan benar 15 tahun kemudian dia menjadi seniman dari peradaban perang besar dan terhebat dari sejarah dunia. Dan kembali ke Sungai Rhine sebagai penakluk.

Dia merubah pola perang konvensional dengan perang modern yang dia ciptakan untuk merubah wajah peradaban. Mengumpulkan ribuan ilmuan dari seluruh Jerman dan dibawa ke dalam hutan Hitam (Black Forest) dan dikandangkan di sebuah tempat yang luasrnya ratusan hectare yang dikenal dengan sebutan ‘Kandang Serigala’, disitu para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu, membangun infrastruktur dan peralatan perang modern yang nantinya berkembang menjadi revolusi teknologi di abad 20. 

Bukti nyatanya dari hasil pengembangan piranti militer tersebut adalah roket V2 yang rencananya akan dijadikan roket penghancur massal menjadi roket Apollo yang membawa manusia ke bulan. Banyak orang tidak tahu itu adalah ambisi awal dari seorang bernama Hittler!

Sebuah kesabaran yang dipendam bertahun-tahun dan menjadikan impiannya luar biasa ekstremnya di dalam diri Fuhrerr begitu sebutannya, membuat jutaan orang di dunia mengutuknya sebagai pembantai kaum Yahudi, dan lain sebagainya. Akan tetapi, pada kenyataannya dimana pun perang pasti menimbulkan korban. Dan Hittler kalah dengan begitu banyak ambisi dan rencana besarnya yang begitu dipaksakan. Namun keinginan besarnya diteruskan oleh para pengikutnya.

Agar tidak lari dari judul yang ditulis penulis, sebenarnya penulis ingin mengungkapkan begitu besarnya dampak kesabaran dalam menyimpan begitu banyak cita-cita dan rencana. Namun ketika rencana yang dimaksud tidak bisa diwujudkan kesabaranlah kuncinya. Salah satu metode komunikasi pada diri sendiri, salah satu cara yang berguna sebagai kotemplasi agar dapat memperbaiki diri.

Sabar merupakan sesuatu yang sulit untuk dilakukan bagi sebagian orang. Tetapi, jika dilakukan dapat membawa ketenangan hati dan pikiran. Sebenarnya. sabar tidak ada batasnya, tapi manusia lah yang membuat batasan-batasan tersebut. Terkadang, diam adalah tindakan terbaik yang dilakukan saat kita butuh bersabar.

Diam yang dimaksud bukanlah diam tanpa tindakan. Diam yang dimaksud adalah sebagai ‘jeda’ untuk kita rehat sejenak dari memikirkan masalah yang ada, kemudian memikirkan cara selanjutnya untuk menghadapi masalah tersebut.

Tenang dalam diam adalah salah satu cara untuk menyelesaikan masalah. Terkadang kita tidak perlu menjadi seseorang yang terlalu aktif ketika ada masalah. Cukup diam, dan pikirkanlah hal yang positif masalah itu datang menghampiri (inilah kekuatan Churchill dalam menghadapi Hittler. Sang Fuhrerr memiliki kesabaran dalam memupuk dendam, namun pemimpin lainnya bertindak sebaliknya sabar menghadapi amukan dendam Fuhrerr). 

Dalam diam, kita bisa merenungkan apa yang menjadi kendala dalam menghadapi masalah. Diam bukan berarti kalah atau menyerah. Terkadang diam digunakan sebagai salah satu cara untuk memenangkan pertandingan.

Berbagai penelitian mendapati bersabar dapat membuat jiwa lebih tenang dan damai. Menjadi benteng bagi amukan ambisi muda dan orang-orang yang merasa lebih superior. Melalui kesabaran, kita tidak membiarkan diri kita terjerumus dalam sesuatu yang negatif. Sabar membuat kita selalu memandang segalnya dari sisi yang positif. Tak hanya menenangkan, sabar juga dapat membuat raga menjadi lebih sehat dan terjaga. Orang yang mempunyai sifat yang sabar merupakan orang yang bermental kuat, bijaksana, dan menyenangkan. Pikiran yang selalu positif. Pikiran yang positif berdampak pada tubuh yang sehat karena terhindar dari aura-aura negatif yang merugikan.

Pengkhianatan dari persoalan percintaan pun tidak akan luput dari pantauan sabar dan iklas. Hampir setiap hari kita membaca bagaimana pasangan muda mudi putus cinta dan berakhir dengan kematian akibat merasa dikhianati dan lain sebagainya.

Percayalah ujian hidup ini hanya sementara. Tuhan tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan umatNya. Selama kita bisa mendulang sabar untuk kedamaian dan ketenangan mengapa harus mengikuti amarah.

Beberapa penelitian yang pernah dilakukan diantaranya bagaimana peran kompetensi kesabaran dalam meningkatkan kematangan emosi pada remaja (El Hafiz, Al Maududi, & Amalina, 2015). Berdasarkan penelitian tersebut ternyata secara signifikan terlihat peran kompetensi kesabaran dalam kematangan emosi remaja walaupun anak mengalami pola pengasuhan yang otoriter dari orangtua. Secara khusus, penelitian tersebut membuktikan bahwa dampak negative dari pola asuh otoriter dapat diminimalisir oleh kompetensi kesabaran dari remaja.

Penelitian lain menunjukkan bahwa kompetensi kesabaran juga memberi sumbangan signifikan terhadap kemampuan remaja untuk melakukan upaya mengatasi konflik. Penelitian yang dilakukan oleh El Hafiz, Al Maududi, & Amalina (2015) menunjukkan bahwa religiusitas seseorang dapat meningkatkan kemampuannya mengatasi konflik interpersonal, namun  jika individu tidak memiliki kompetensi kesabaran yang cukup baik maka kemampuan tersebut akan turun walaupun religiusitasnya tetap tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa religiusitas yang secara umum berdampak positif, tidak akan optimal jika tidak dilengkapi kompetensi yang relevan dengan situasi, sala satunya kesabaran.

Selain dua penelitian diatas, beberapa penelitian lain juga menunjukkan peran kompetensi kesabaran secara positif mempengaruhi kehidupan. Kesabaran berpengaruh positif dengan kepuasan pernikahan (Kumala & Trihandayani, 2015) dan kesabaran juga berpengaruh positif terhadap sikap prososial seseorang (Rozi & Dahlan, 2015). Beberapa penelitian lain juga menunjukkan hasil bahwa kompetensi kesabaran berdampak positif pada seseorang.

Rangkaian penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa Psikologi Kesabaran dapat menjadi sebuah konsep untuk nantinya dilakukan intervensi terhadap perilaku. Hal ini dikarenakan salah satu fungsi teori adalah untuk mengontrol, dalam psikologi yang umumnya dikontrol adalah, perilaku.  Mari Bersabar menjelang Pilkada dan Pilpres yang akan datang, sebab tidak akan ada kata damai dan tenang kita dapat jika semua pihak tidak tenang dan diam dalam menghadapi persoalan bangsa.(Red)

Penulis : Hendri Kremer

Dosen di Yayasan Vitka 

Batam Tourism Polytechnic (BTP) dan Institut Teknologi Batam (ITEBA)