HotNewsBatam.com, Jakarta : Indonesia mengutuk keras rencana Trump untuk memindahkan lokasi kedutaan Amerika untuk Israel ke Yerusalem.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa keputusan Trump adalah sebuah langkah simbolis dan kontroversial yang dipandang sebagai bias partisan bagi Israel karena baik Israel maupun Palestina mengklaim kota suci tersebut sebagai ibukota mereka.

“Kami mengutuk pengakuan ini,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam sambutannya ke Bali Democracy Forum. “Saya berdiri di sini … mengenakan selendang Palestina untuk menunjukkan komitmen kuat Indonesia, masyarakat Indonesia, untuk selalu bersama rakyat Palestina atas hak mereka, Indonesia akan selalu berdiri dengan Palestina” tambahnya.

Pemerintahan Malaysia juga mencela langkah Trump tersebut. “Saya menghimbau agar semua umat Muslim di seluruh dunia┬ábisa menyuarakan pendapat untuk menanggapi lagkah AS tersebut dan sangat jelas bahwa kami (rakyaat Malaysia) menentang pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel ,” kata Perdana Menteri Malaysia Najib Razak di Kuala Lumpur.

Meskipun tidak ada satu pun negara yang mengakui Yerusalem sebagai kawasan wilayah Israel, Presiden AS Donal Trump berniat untuk memindahkan kedutaannya yang semula berada di Tel Aviv . Dengan ini menyimpulkan bahwa Amerika mengakui dan menetapkan bahwa Yerusalem adalah bahgian dari wilayah Israel.

Pengakuan sepihak yang dibuat AS itu melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB dan bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.

Tindakan ini menunjukkan betapa besarnya kekuasaan dan pengaruh orang orang penting keturunan Israel yang berada dibalik layar kekuasaan pimpinan AS. Pengaruh mereka sangat signifikan untuk membuat keputusan yang dinilai arogan dan sangat memihak kepada Israel.

Sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, Indonesia telah lama menyatakan solidaritasnya dengan negara Palestina. Israel tidak mempunyai hubungan diplomatik yang formal dengan indonesia. Pada Tahun 2015 lalu Indonesia memutuskan bahwa hubungan diplomatik penuh dengan Israel hanya akan mungkin terjadi jika masalah Palestina bisa diselesaikan.

Israel mengklaim akan memperlakukan Yerusalem sebagai satu kota untuk Palestina dan Israel. Namun realitanya adalah Pihak Israel yang merampas kekuasaan Palestina serta mengusir dan mengabaikan hak dari penduduk asli Palestina di Yerusalem untuk menempatkan warganya di kota tersebut.

Asal-usul konflik Palestina – Israel bermula dari migrasi kaum Yahudi ke tanah Palestina. Ia juga disebut sebagai “konflik paling sulit di dunia”, dengan pendudukan Israel (perbuatan menduduki, merebut dan menguasai suatu daerah dan sebagainya) yang sedang berlangsung di Tepi Barat dan Jalur Gaza selama 50 tahun.

Kota Yerusalem memiliki arsitektur bersejarah dimana terdapat pembagian ‘wilayah’ bagi umat nKristen, Muslim, Yahudi dan Armenia. (Max/Din/HNB1)