HotNewsBatam.com, Islamic World : Tercatat dalam sejarah bahwa hari ini merupakan Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, dimana banyak kaum muslimin dunia merayakan dan memperingati hari yang bersejarah iaitu kelahiran Nabi Besar Islam dan Nabi terakhir bagi umat manusia.

Seperti biasanya di Indonesia, umat Islam merayakan hari besar ini dengan berbagai acara keagamaan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan  tertinggi kepada Nabi Muhammad Rosulullah SAW.

Setiap tahun jutaan umat Islam dari berbagai belahan dunia seperti  India, Pakistan, Jazirah Arab, Afrika, Eropa, sampai Asia merayakan maulid Nabi Muhammad SAW.

Berbeda dengan situasi di Arab saudi, tidak ada hari libur maupun perayaan hari besar Maulid Nabi yang diselenggarakan secara resmi.

Seperti yang diketahui, pada tahun 2015 lalu, Mufti Besar Arab Saudi – Abdul Aziz Al-Asheikh membuat fatwa yang melarang umat Islam merayakan Maulid Nabi.

“Ini adalah bidah (inovasi agama yang berdosa) yang merayap ke Islam setelah tiga abad pertama ketika para sahabat dan penerus dari para sahabat hidup,” katanya dalam kutbah Jumat di Masjid Imam Turki bin Abdullah di Riyadh sebagaimana dilansir Arab News.

Mufti Besar Arab Saudi itu menyatakan bahwa “Cinta sejati Rasulullah diwujudkan dengan mengikuti jejaknya dan mendukung sunnahnya……. itu  adalah bagaimana cinta untuk Nabi (SAW) dinyatakan.

” Dia pun memperingatkan bahwa sesungguhnya seorang Muslim memiliki kewajiban untuk percaya pada Nabi Muhammad, yang dikirim sebagai panduan untuk seluruh alam semesta.

Pertanyaan yang paling krusial tentang Maulid Nabi adalah “apakah perayaan maulid merupakan cara benar untuk mengungkapkan cinta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?”

Jawaban menurut keterangan Al-Maqrizy (ulama ahli sejarah dari Mesir yang wafat pada tahun 845H) dalam kitabnya al-Khathat (1/490),menerangkan bahwa maulid ini ada ketika zaman Daulah Fatimiyah, daulah syiah yang berkuasa di Mesir. Mereka membuat banyak Maulid, mulai dari Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Maulid Ali bin Abi Thalib, maulid Fatimah, hingga maulid Hasan dan Husain. Dan Bani Fatimiyah berkuasa sekitar abad 4 H.

Syekh Yusuf Al-Qardhawi ketua Al-Ittiad Al-‘Alami li ‘Ulama’ Al- Muslim menjawab, “Memang benar bahwa ada beberapa bentuk bid’ah terjadi, akan tetapi saya nyatakan bahwa kita merayakan maulid nabi untukmengingatkan kaum muslimin tentang hakikat kebenaran sejarah Rasulullah Saw, kebenaran risalah Muhammad Saw. ketika saya merakan maulid Nabi, maka saya sedang merayakan lahirnya risalah Islam. Saya mengingatkan manusia tentang risalah dan sirah Rasulullah Saw.”(dikutip dari bacaanmadani.com)

Berbagi pendapat tentang Perayaan Maulid Nabi yang terjadi diberbagai kalangan umat Islam diseluruh dunia akan tetapi hal semacam ini tidak menjadi sesuatu yang kontroversial yang bisa memecahbelahkan Umat Islam. (Max/Din/HNB1)