HotNewsBatam.com, Jakarta : Bondan “Maknyus” Winarno menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Harapan Kita di Jl. Letjen S. Parman, Palmerah pada jam 9.30 pag tadi (29/11/2017).

Bondan Haryo Winarno dikatakan mengalami gagal jantung oleh pihak Rumah Sakit Harapan Kita. Humas RS Harapan, Anwar menjelaskkan kepada media bahwa Pak Bondan sudah pernah menjalani operasi jantung sebelumnya iaitu pada september lalu.

Beliau diperbolehkan pulang setelah menjalani operasi dengan sukses. Pak Bondan dimasukan ke ICU pada tanggal 23 November karena sakit yang dideritanya. Diketahui bahwa Pak Bondan mengalami penyumbatan arteri jantung sejak lama.

Meninggalnya Pak Bondan Maknyus membentangkan duka mendalam pada dunia pertelevisian Indonesia. Beliau di kenali sebagai sosok yang senang berpetualang didunia kuliner dan meliputi segala jenis makanan yang ada diIndonesia.

Pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 29 April 1950 perrnah menjadi wartawan, penulis lepas untuk Kompas, Sinar Harapan, Suara Pembaharuan, tempo, Asian Street Journal dan Lain lain. Dia juga pernah menjadi kepala redaktur sebuah majalah.

Pada 1987-1994 ia beralih menjadi pengusaha dan menjabat sebagai Presiden Ocean Beauty International, sebuah perusahaan makanan laut yang berbasis di Seattle Washington, Amerika Serikat.

Pak Bondan pernah menjadi konsultan untuk Bank Dunia di Jakarta, dan setelah itu, hingga tahun 2000 ia menjadi direktur eksekutif dari sebuah organisasi pelestarian lingkungan. Pada 2001-2003 ia menjadi pemimpin redaksi harian Suara Pembaruan.

Dia memperoleh Anugerah “Baden Powell Adventure Award” ketika menjadi pemimpin regu Indonesia dalam Boy Scouts World Jamboree di Farragut State Park, Idaho, Amerika Serikat.

Pada 1988, ia memperoleh tanda penghargaan Satyalencana Pembangunan dari pemerintah Republik Indonesia karena jasa-jasanya sebagai ketua pelaksana Phinisi Nusantara yang berlayar dari Jakarta sampai Vancouver dalam rangka Expo 1986.

Pecinta kuliner sudah pasti akan kehilangan sosok jurnalis bidang kuliner yang identik dengan slogannya ” Maknyus” dan tawa candanya. Nitezen menyampaikan belasungkawa atas kepergian Pak Bondan dan mengucapkan semoga beliau di terima disisi tuhan dengan segala amal baiknya. (Max/Din/HNB1)