HotNewsBatam.com, Bali : Meletusnya Gunung Agung, Bali menyebabkan Pemerintahan Bali untuk melakukan perpanjang penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai 24 jam kedepan.

Gunung Agung berada di timur laut pulau Bali, sekitar 40 mil dari bandara, meletus hingga hari Selasa, menyemburkan asap dan abu volkanik sekitar 3.000 meter (9.800 kaki) di atas kawah.

Letusan Gunung Agung berpotensi seperti kejadian letusan pada tahun 1963 silam yang dinilai berbahaya oleh Pusat Mitigasi Bencana Vulkanologi dan Geologi Indonesia. Seberapa lama erupsi Gunung Agung tidak dapat diprediksikan.

Seorang ahli gunung berapi di Universitas Nasional Australia Richard Arculus menyatakan bahwa jika letusan Gunung Agung menjadi lebih intensif, maka akan sulit untuk pemerintah Bali mengevakuasi penduduk yang berjumlah sekitar 1 juta orang di Denpasar dan sekitarnya.

Pemerintahan Bali telah memberikan status awas atau level 4 pada kejadian meletusnya Gunung Agung dan menghibau warga yang berada dekat dengan gunung untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Ribuan orang yang ingin melakukan perjalanan dari dan ke Pulau Dewata itu tidak dapat melakukan perjalanan dan masih belum diketahui apakah bandara akan beroperasi seperti biasanya. Debu volkanik yang berada diawan Pulau Bali menyebabkan pesawat tidak dapat terbang dengan alasan keselamatan.

Juru bicara Bandara Bali, Ari Ahsanurrohim mengatakan bahwa lebih dari 440 penerbangan telah dibatalkan dan mempengaruhi hampir 60.000 penumpang yang akan menggunakan jasa penerbangan. Pihak Bandara dan Penerbangan telah berusaha untuk mengantisipasi masalah ini dengan mengalihkan keberangkatan ke beberapa bandara yang berhampiran.

Yang paling terjejas oleh penutupan Bandara Bali adalah wisatawan mancanegara yang ingin kelambali ketempat asal mereka. Pesawat Penerbangan Internasional tidak dapat mendarat dibandara dan wisatawan terpaksa bertahan lebih lama di Bali.

Beberapa orang wisatawan mancanegara mengeluhkan tentang nasib mereka yang tidak dapat melakukan perjalanan seperti yang mereka rencanakan dan beranggap bahwa pemerintah setempat kurang maksimal mengulurkan bantuan untuk mereka yang terjejas.

“Tidak banyak informasi … sangat sedikit,” kata Matthew Radix dari Perth. “Tapi tidak apa-apa kita kan sedang berlibur dan itu tidak penting walaupun kami tidak tahu apa yang akan terjadi dan pada akhirnya kami kembali ke Bar terdekat untuk minum minum sambil menunggu kepastian berangkat.”

Pemerintah setempat sedang melakukan evakuasi terhadap penduduk yang berada dekat dengan lokasi bencana dan memberikan bantuan logistik kepada mereka yang memerlukannya. (Max/Din/HNB1)