HotNewsBatam.com, Mesir : Ledakan bom dan penembakan terjadi di sebuah Masjid di utara propinsi Sinai yang mengakibatkan sedikitnya 200 orang terbunuh.

Aksi yang melibatkan militan bersenjata menyerang dengan sebuah bom bunuh diri dan melepaskan tembakan terhadap jemaah Masjid seusai menunaikan ibadah sholat Jumat siang tadi waktu setempat. Serangan ini dinilai sebagai salah satu insiden teror yang terburuk pernah terjadi.

Diperkirakan target penyerangan ditujukan kepada pendukung pasukan keamanan yang menghadiri sholat di Masjid tersebut.

Empat kendaraan off-road tiba di masjid Al Rawdah di Bir al-Abed, dekat kota Arish, pada waktu sholat Jumat dilaksanakan.

Korban aksi teror yang selamat mengatakan kepada media lokal bahwa mereka yang tidak terbunuh dalam ledakan tersebut mencoba untuk melarikan diri akan tetapi ditembak oleh militan bersenjata yang berada ditempat.

Beberapa foto yang telah beredar di media sosial menunjukkan mayat yang bergelimpangan dan bersimbah darah didalam dan di perkarangan Masjid. Ada juga foto foto korban kekerasan yang diangkut dengan ambulan menuju rumah sakit terdekat.

Sementara ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas tindakan tersebut. Mesir telah memerangi beberapa kelompok ekstremis di Sinai sejak tahun 2014, termasuk kelompok pemberontak yang berafiliasi dengan Isis.

Radikal ekstrimisme telah lama berkembang dalam kekacauan yang telah melanda Mesir sejak revolusi yang terjadi pada tahun 2011.

Insiden hari Jumat tadi terjadi setelah sebuah serangan pada September lalu terhadap konvoi polisi di dekat kota tersebut, yang menewaskan 18 orang. Hal itu diklaim oleh Grup Sinai, yang berjanji setia kepada Isis sejak 2014.

Mayoritas kejadian serangan Grup Sinai menargetkan pasukan polisi, tentara dan pasukan keamanan lainnya. Afiliasi (pendukung cabang) Isis juga telah melakukan serangan bom bunuh diri dan eksekusi terhadap Muslim Sufi, yang interpretasinya terhadap Islam yang mereka anggap sesat.

10 persen minoritas Kristen Mesir juga telah menjadi target yang sering dilakukan para ekstremis, membunuh puluhan orang dalam serangan ke gereja-gereja.

Presiden Mesir, Abdel Fattah al Sisi telah mengadakan rapat kabinet keamanan darurat di Kairo dan mengumumkan tiga hari berkabung nasional.

Ramai warga negara Mesir mengganggap bahwa pemerintah mereka tidak mampu untuk mencegah pemboman bunuh diri dan serangan teror yang terjadi . (Max/Din/HNB1)