HotNewsBatam.com, Jakarta : KPK sedang menelusuri sepak terjang keluarga Setya Novanto yang diduga ikut berperan dalam kasus e-Ktp yang telah merugikan negara sebanyak Rp. 2,3 triliun.

Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor dipanggil KPK untuk diperiksa dan memberi keterangan mengenai kasus yang melibatkan suaminya. Ia pun memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (20/11/2017) pukul 09.54 WIB.

Desti, istri kedua Novanto, tidak luput dari perbincangan nitizen di media sosial yang menduga bahwa dia berserta keluarganya juga ikut berperan dalam kasus mega korupsi ini. Pernikahan Setnov yang kedua dengan Desti dianugerahi dua orang anak yaitu Giovanno Farrel Novanto dan Gavriel Putranto.

Reza Herwindo (anak dari istri pertama Setnov) dan Desti pernah memiliki saham di PT Mondialindo Graha Perdana diamana Setno Novanto menjadi komisaris pada tahun 1998. Pada tahun 2007, muncul perusahaan PT Murakabi Sejahtera yang merupakan salah satu konsorsium peserta lelang e-KTP.

Mayoritas saham Murakabi dikuasai oleh PT Mondialindo Graha Perdana dimana saham PT Murkabi dimiliki oleh Irvanto Hendra Pambudi yang merupakan keponakan Setya Novanto. Kemudian, dimiliki oleh putra Novanto, Reza Herwindo dan terakhir, saham dimiliki oleh istri Novanto, Deisti Astriani.

Menurut mantan Direktur Utama PT Murakabi Sejahtera, Deniarto Suhartono, putri Setya Novanto, Dwina Michaela juga memiliki saham di PT Murakabi Sejahtera.

PT Murakabi Sejahtera dan PT Mondialindo sama-sama berada di Lantai 27 Gedung Menara Imperium, Kuningan, Jakarta yang juga milik Setya Novanto. Deniarto menyebut perubahan nama pemegang saham perusahaan kerap dilakukan.

PT Murakabi akhirnya menjadi perusahaan pendamping atas pengaturan Andi Narogong. Keikutsertaan PT Murakabi dalam tender proyek e-KTP pada 2011 itu disinyalir sebagai bagian rekayasa tender yang telah diatur bakal dimenangi konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia.

KPK akan memanggil anak Setnov, Dwina Michaella untuk melakukan pemeriksaan kata juru bicara KPK, Febri Diansyah. KPK juga telah memanggil anak lelaki Setnov, Rheza Herwindo, namun yang bersangkutan mangkir dari pemeriksaan.

Istri Setnov, Desti telah dicegah keluar negeri oleh KPK dengan alasan bahwa KPK masih memerlukan keterangannya. Pencekalan tersebut berlaku sehingga 6 bulan.

Diperkirakan masih banyak yang akan terjaring dalam kasus ini dimana KPK giat berusaha mengungkapkan pelaku serta perusahaan yang terlibat.(Max/Din/HNB1)