HotNewsBatam.com, Korea Utara : Pyongyang mengutarakan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB bahwa ia mau bernegosiasi tentang perlucutan senjatanya jika Amerika Serikat (AS) membalikkan kebijakan “bermusuhan mereka”.

Walaupun Perang Korea berakhir lebih dari 62 tahun yang lalu, permushan antara negara ini dengan Amerika Serikat masih berlanjut. Pihak yang bertikai hanya menyetujui gencatan senjat tetapi secara teknis mereka masih berperang.

Tentu saja, tidak ada pihak yang ingin adanya peperangan lagi. Bahkan diprediksi bahwa Republik Demokratik Rakyat Korea yang akan menerima konsekuensinya karena sekutu Korea Utara, iaitu China, tidak lagi ikut campur untuk menyelamatkan Korea Utara.

“Kami telah mencapai titik ketidakpastian dan perang nuklir dapat terjadi kapan saja” kata Wakil Duta Besar Korea Utara untuk PBB, Kim In Ryong kepada komite Majelis Umum PBB menanggapi situasi tentang perlucutan senjata yang diajukan.

Diplomat Korea Utara itu menambahkan bahwa seluruh daratan AS berada dalam jangkauan rudal mereka dan apabila AS berani menyerang, maka Korut akan menghukum berat AS.

Perang mulut yang terjadi antara Trump dan Kim Jong Un memang bisa dianggap sebagai tindakan keanak-anakan, tetapi dunia memandang serius terhadap ancaman tercetusnya perang nuklir yang bisa merugikan banyak pihak.

Pada hari Minggu lalu, Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson membuat pernyataan bahwa Trump ingin menghindari perang, meski komentar presiden itu di akun Twitternya mengatakan bahwa Tillerson hanya “membuang-buang waktunya” dengan upaya diplomasi yang dilakukan.

Kedua belah pihak yang bertikai sedang melakukan latihan dan persiapan untuk mengantisipasi senario buruk yang mungkin terjadi. Senin kemarin, AS dan Korea Selatan memulai latihan Angkatan Laut Gabungan yang akan berlangsung selama 10 hari untuk menanggapi unjuk kekuatan terkini dari Korea Utara.

Kim Jong Un menerangkan bahwa dia tidak akan bertindak atas negara negara yang tidak mengambil bagian dalam aksi militer AS terhadap negaranya. “Selama satu negara tidak ambil bagian dalam aksi militer AS terhadap DPRK, kami tidak punya niat untuk menggunakan atau mengancam menggunakan senjata nuklir pada negara yang lain,” katanya pada Kantor Berita AFP.

Perserikatan Bangsa Bangsa berharap pihak AS dan Korea Utara dapat berunding dan melakukan perbincangan tentang masalah yang selama ini dinilai belum seluruhnya tuntas dimana masing masing pihak masih dengan pendiriannya. (Max/Din/HNB1)