HotNewsBatam.com, Kuala Lumpur – Malaysia : Kepolisian Malaysia telah berhasil menangkap sekitar 45 orang warga negara asing yang diduga terlibat dengan ISIS.

Divisi Khusus cabang Kontra Terorisme Malaysia menyatakan penangkapan pejuang teroris negara asing telah dilakukan dalam serangkaian operasi yang dilakukan pihak Kepolisian Malaysia antara bulan Januari hingga 6 Oktober tahun ini.

Baru baru ini Polisi Malaysia telah menahan seorang pria berusia 18 tahun di negara bagian Kelantan utara karena didapati telah membuat sebuah bom. Remaja tersebut dipercayai terlibat dalam kelompok teroris ISIS seperti yang diungkapkan oleh Badan Inteligen Malaysia.

Kelompok pendukung,  Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) telah diinstruksikan untuk menyusup ke negara negara lain untuk melancarkan serangan setelah ISIS kehilangan mayoritas basis mereka di Irak dan Suriah.

“Kami juga menemukan kerjasama antara (ISIS) dan kelompok teroris lainnya, termasuk ASG (kelompok Abu Sayaf) dan kelompok teror Bangladesh, Jamaatul Mujahidin pada pengiriman militan ke Malaysia untuk melancarkan serangan,” kata Datuk Seri Mohamad Fuzi (Ketua Polis Di Raja Malaysia).

Datuk Seri Mohamad Fuzi menambahkan bahwa keberhasilan operasi kepolisian adalah hasil kerja sama dengan intelijen asing dan lembaga penegak hukum. “Polisi akan terus memantau dan mengambil tindakan terhadap FTF (pejuang teroris asing) untuk memastikan bahwa semua upaya untuk melancarkan serangan terhadap Malaysia dapat dihentikan.”

Diantara 45 orang pejuang ISIS yang sudah ditahan, 31 diantaranya adalah anggota pejuang ISIS. 3 dari 31 yang ditahan itu menjabat sebagai komandan ISIS yang berbasis di Irak Selatan.

Yang lainnya terdiri dari sembilan dari ASG, tiga dari Organisasi Teroris Fetullah, satu militan Albania yang berafiliasi dengan ISIS, dan satu lagi terkait dengan Kelompok Jamaatul Mujahidin.

Pemerintah Malaysia menyatakan bahwa mereka yang terlibat dalam kegiatan terorisme akan di hukum sesuai perundang-undangan anti terorisme yang berlaku. Pihak kepolisian Malaysia juga memperketat pengawasan terhadap orang asing yang masuk ke negaranya. (Max/Din/HNB1)