HotNewsBatam.com, Sidorejo – Lamongan : Pertandingan sepakbola antara Persela Lasmongan vs Semen Padang pada hari Minggu 15 Oktober lalu berakhir dengan sebuah insiden tragis.

Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda mengalami cedera yang sangat fatal dan menyebabkan dia menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD dr Soegiri, Lamongan.

Nyawa Choirul tidak dapat diselamatkan akibat benturan keras pada menit ke 45 dengan Ramon Rodrigues De Mesquita, seorang pemain dari timnya. Benturan pada dada tidak dapat dihindari ketika kiper Persela Lamongan ini berusaha untuk menyelamatkan bola dari serangan lawan.

Choirul yang berusia 38 tahun dinyatakan meninggal pada jam 5.15 sore dirumah sakit yang didampingi timnya. Anggota tim Persela Lamongan merasa sangat sedih dan terpukul atas kematian kiper mereka. Mereka tidak menyangka bahwa dia akan pergi untuk selamanya akibat insiden ini.

Dokter Zaki Mubarok yang menangani Choirul menyatakan bahwa¬† “Dia baru saja dibawa ke rumah sakit dan masih bernapas pada waktu itu, tapi tak bernyawa sekitar pukul 17.00.” “Melalui analisis kami, kematian Choirul diakibatkan oleh tabrakan di kepala dan belakang leher.” tambahnya lagi.

Bos Persela, Aji Santoso mengkonfirmasikan kepada media setelah pertandingan bahwa choirul Huda telah meninggal. Dia berkata: “Semua pemain menyelesaikan pertandingan dan setelah itu ke rumah sakit, di mana kami diumumkan oleh pihak Rumah Sakit bahwa Choirul Huda telah meninggal.”

Kiper Persela ini telah bermain hampir 500 pertandingan untuk Persela setelah melakukan debutnya di tahun 1999. Choirul Huda lahir di Lamongan, 2 Juni 1979. Pria dengan tinggi 185 dan berat 78 kg ini layak disebut sebagai pesepakbola terhormat di jagat sepakbola nasional.

Choirul semasa hidupnya sangat berprestasi dibidangnya dan dijuluki ‘One Man Club’ seperti halnya Francesco Totti dari AS Roma. Ramai pecinta olahraga sepakbola Indonesia mengungkapkan rasa sedih dan belasungkawa atas kepergian Choirul, semoga insiden ini tidak terulang lagi diajang sepakbola Nasional kita lagi.

Selamat Jalan Choirul Huda, nama mu akan tetap dikenang sebagai pejuang olahraga sepakbola nasional Indonesia! (Max/Din/HNB1)