HotNewsBatam.com, Kutai Kartanegara – Kalimantan Timur : KPK menetapkan Bupati Kukar (Kutai Kartanegara) Rita Widyasari sebagai tersangka atas hasil penyelidikan kasus dugaan penerimaan gratifikasi.

Pengertian Gratifikasi menurut penjelasan Pasal 12B UU No. 20 Tahun 2001:

Pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.

Rita ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan pengembangan kasus yang telah lama diselidiki KPK. Kasus gratifiksi ini melibatkan 2 tersangka lainnya iaitu Hery Susanto Gun (Direktur Utama PT Sawit Golden Prima) dan Khairudin (Komisaris PT Media Bangun Bersama).

KPK menyebutkan bahwa Rita menerima suap sebesar Rp 6 miliar dari Hery terkait perizinan perkebunan kelapa sawit pada Juli-Agustus 2010 lalu. Wakil Pimpinan KPK Basaria Panjaitan mengatakan bahwa “Rita Widyasari diindikasikan mendapat gratifikasi untuk memuluskan pemberian izin lokasi perkebunan kelapa sawit .”

Penyidik KPK melakukan pengeledahan di kantor Pemerintah Kabupaten Kukar pada 27 September lalu. Surat panggilan yang telah dilayangkan KPK untuk melengkapi penyidikan kasus ini ditanggapi oleh Rita dengan mendatangi Gedung KPK pada Jumat 6/10/2017.

Bupati Kukar itu menyangkal semua tuduhan yang dilontarkan KPK terhadapnya dan menyatakan bahwa uang sebesar 6 milliar yang diterima dari Hery Susanto adalah murni tranksaksi dari penjualan emas miliknya.

“Itu bener-bener murni jual-beli emas, saksi saya belum pernah diperiksa,” kata Rita yang telah mengenakan rompi tahanan oranye, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/10).

Rita menyatakan bahwa emas seberat 15 kilogram itu merupakan pemberian ayahnya, Syaukani Hasan Rais yang juga mantan Bupati Kutai Kartanegara. Jual-beli emas itu, kata dia, dilakukan pada 2010 silam.

Kuasa hukum Rita, Noval El Farveisa menyebutkan bahwa penjualan emas kepada Heri dilakukan lama sebelum Rita dilantik menjadi Bupati. “Ini murni uang penjualan emas ibu Rita bukan uang atas izin PT Golden” tegasnya lagi.

Noval El Farveisa mengatakan pihaknya berencana mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka yang dilakukan KPK terhadap kliennya, Rita Widyasari. Dia juga menybutkan bahwa pihaknya sedang membahas langkah hukum tersebut. (Max/Din/HNB1)