HotNewsBatam.com : Las Vegas – Amerika Serikat : Kejadian penembakan secara acak oleh seorang lelaki warga Amerika berusia 64 tahun di Las Vegas pada 1 Oktober lalu menjadi viral di sosial media.

Stephen Paddock yang tidak mempunyai catatan kriminal, tidak mempunyai motif ideologi atau motif tertentu yang berkaitan dengan agama membuat polisi kebingungan untuk mengungkap motif dari kejadian tersebut.

Penyerangan terhadap warga sipil itu terjadi di perkarangan Mandalay Bay Resort and Casino di Las Vegas, dimana sebuah konser musik country yang dipadati oleh sekitar 22.000 orang telah diadakan.

Tembakkan terjadi sewaktu konser sedang berjalan dan pengunjung yang menyaksikan konser tersebut tidak menyadari bahwa mereka telah diserang.

Pada waktu itu, Paddock berada di Hotel Mandala Bay dan dari lantai 32 hotel tersebut dia menghujani krumunan orang dengan peluru dari senapangnya. Kejadian penembakan berlaku beberapa kali dan setelah itu dia pun menghabisi nyawanya sendiri.

Polisi menyatakan bahwa Paddock adalah seorang lelaki yang tinggal dikomunitas pensiunan di Mesquite, Nevada. Akibat perbuatannya sekitar 58 orang dinyatakan tewas, sementara lebih dari 500 orang mengalami cedera.

President Amerika, Donald Trump menyatakan bahwa tindakan Paddock adalah perbuatan terkeji, bagaimana pun dia enggan menyebutkan kejadian itu sebagai sebuah tindakkan terrorisme.

Sebagian besar masyarakat Muslim Amerika beranggapan bahwa pernyataan Trump sangatlah tidak adil iaitu apabila seorang Non-Muslim melakukan tindakan kriminal yang menewaskan serta melukai banyak orang tidak dianggap terroris.

Ketua Komite Nasional Demokrat – Tom Perez  dengan cepat mencap kejadian tersebut sebagai “teror”. Rep. Jim Cooper (D-Tenn.) juga menyebutnya sebagai “tindakan teror.”

Pihak F.B.I (Federal Bureau of Investigation) mengungkapkan bahwa pengakuan ISIS yang mengklaim bertanggung jawab atas tindakan Paddock adalah tidak benar karena Paddock tidak pernah berhubung atau bergabung dengan ISIS.

Clark County Sheriff  – Joe Lombardo mengatakan. “Kami percaya itu adalah individu lokal. Dia orang lokal yang bermukim disini dan perkiraan kami dia melakukan kejahatan itu sendiri tanpa bantuan orang lain.”

Keterangan definisi Terorisme dalam kamus adalah – ‘penggunaan kekerasan dan intimidasi yang tidak sah, terutama terhadap warga sipil, dalam mengejar tujuan politik.’

Polisi setempat bekerjasama dengan FBI masih melakukan investigasi untuk mengungkap kasus ini.(Max/Din/HNB1)