HotNewsBatam.com, Jakarta : Tidak seperti biasanya yang terjadi pada CFD (car free day – hari bebas berkenderaan) yang berlansung hari ini di Jakarta adalah terselenggaranya Aksi Perempuan Indonesia Anti-Korupsi (PIA) yang menggalang dukungan publik untuk mengawasi praperadilan Setya Novanto.

Aksi “FUN WALK” yang berjudul “KPK adalah Kita” dibuat PIA adalah untuk menggalang dukungan publik menuntaskan beberapa perkara korupsi seperti kasus E-KTP yang dinilai sangat merugikan bangsa ini.

Setya Novanto yang menjabat sebagai Ketua DPR diduga melakukan korupsi KTP Elektronik yang merugikan Keuangan Negara sebesar 2,3 triliyun rupiah dari total nilai proyek 5,9 triliyun rupiah, walaupun telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Setnov masih enggan menyerahkan jabatannya dan mengganggap bahwa dirinya tidak bersalah dalam perkara tersebut.

PIA menilai bahwa berbagai helah yang dilakukan dia (Setnov) untuk menghindari dari panggilan pemeriksaan penyidik KPK hingga mengajukan praperadilan atas penetapan status tersangka atas dirinya. Setnov juga dianggap melakukan perlawanan terhadap KPK.

“Kami melihat praperadilan ini adalah salah satu upaya Setya Novanto untuk melepaskan diri dari status tersangka yang sudah ditetapkan oleh KPK,” kata Juru Bicara PIA Taty Apriliyana. Dia juga menyatakan bahwa praperadilan yang diajukan para tersangka kasus korupsi kerap dikabulkan hakim yang menangani perkara.

PIA menghimbau agar hakim Pengadilan Negeri Selatan untuk bertindak sesuai koridor hukum dan menjunjung tinggi etik hukum tanpa intervensi dari pihak mana pun. Tatty menambahkan bahwa kasus praperadilan kasus korupsi ini janganlah menjadi kuburan alias kabur seperti yang terjadi pada kasus “BG”.

Kami (PIA) dan masyarakat akan terus mengawasi jalannya persidangan praperadilan kasus ini. Pada aksi yang dilakukan PIA hari ini antara lain adalah membacakan surat tuntutan yang ditujukan kepada hakim yang menangani proses pra-peradilan Ketua DPR RI itu.

Beberapa orang dari kalangan masyarakat yang sedang berada ditempat menyatakan bahwa mereka sangat khawatir dengan kasus kasus korupsi yang menimpa pejabat yang seharusnya menjadi panutan dan memakmurkan rakyaatnya. Sebaliknya Indonesia kini dilanda krisis korupsi dimana banyak yang terjaring Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan KPK.

Rakyaat Indonesia sangat berharap akan Indonesia yang lebih makmur dan maju karena dengan kekayaan sumber alam yang dimiliki, Indonesia masih dihantui dengan kemiskinan dan pejabat yang korup.

“Kemakmuran dan kesejahteraan rakyaat adalah prioritas utama yang harus dilrealisasikan pemerintah karena pejabat dan pimpinan negara dipilih oleh rakyaat untuk menjalankan tugasnya sebaik mungkin dan korupsi adalah sebuah penghianatan terhadap rakyat” kata seorang peserta yang mengikuti aksi yang dilakukan PIA.(Max/Din/HNB1)