HotNewsBatam.com, Nusantara : Semaraknya penangkapan pengedar Pil PCC dilakukan Kepolisian Indonesia setelah 64 remaja dilarikan kerumah sakit  akibat pengunaan obat terlarang tersebut. Obat ini juga merenggut nyawa 3 korban di Kendari – Sulawesi Tenggara sepekan lalu.

Polda Sultra telah menetapkan 16 orang sebagai tersangka pengedaran Obat Keras tersebut. AKBP Soenarto – Kepala bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) mengungkapkan bahwa penangkapan 16 orang tersangka itu didukung juga dari keterangan 50 orang saksi.

“Kami sudah menetapkan dan menahan 16 orang tersangka dari 10 laporan polisi.Barang bukti yang kami sita sebanyak 5.428 terdiri dari 3.043 butir PCC, tramadol 1.647 butir, 738 butir promed dan uang tunai 7.666.000 rupiah serta hp Samsung,” ungkap Soenarto.

PCC yang terdiri dari Paracetamol, Caffeine dan Carisoprodol adalah obat yang dikategorikan sebagai obat keras daftar “G” yang sudah di larang pengedarannya sejak 2013 oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun tanpa pengawasan yang lebih jeli obat itu kembali beredar secara illegal.

Sekretaris Komite Obat dan Pengobatan Komplementer Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Andi Irwan Irawan Asfar mengatakan bahwa carisoprodol ditarik karena bisa disalahgunakan dan dapat menimbulkan adiksi atau ketergantungan serta effek yang dapat menggangu prilaku dari penggunaan pil tersebut.

Andi menyatakan bahwa obat ini sebelumnya pernah digunakan untuk terapi anti-nyeri dan relaksan serta melemaskan otot bagi pengunanya yang direkomendasi oleh dokter. Namun setelah diketahui akan ketergantungan pengguna terhadap obat ini, maka iapun di tarik dari pengedarannya untuk menghindari dari penyalahgunaan dan ketergantunggan obat tersebut.

Obat ini juga berpotensi menimbulkan gangguan kejiwaan seperti halusinasi dan overdosis akibat pemakian berlebihan atau dicampur dengan minuman keras. Effek ” Zombi” juga pernah terjadi setelah beberapa remaja mengkonsumsi obat terlarang ini. Berbeda dengan “Flaka”, obat ini bukan termasuk jenis Narkoba yang dilarang pengadarannya sebelum BPOM memutuskan untuk mencabut izin pengedarannya.

Zat Carioprodol digunakan untuk memblokir rasa sakit dan meredamkan saraf otot yang akan dirasakan pengunanya. Adapun zat lain dari pil PCC iaitu Paracetemol dan Caffein adalah zat yang tidak berbahaya dan umum didapati ditoko-toko obat setempat.

Beredarnya barang terlarang  ini diketahui diimpor dari Negara India dan pihak Kepolisian serta Bea Cukai Indonesia memperketatkan pengawasan terhadap obat serta bahan baku atau zat yang dilarang itu dari memasuki Indonesia.

Seorang siswa SMA mengaku diberi obat PCC oleh teman sekolahnya secara gratis untuk coba-coba. “Beberapa bulan yang lalu ada teman saya yang kasih obat, dua butir dan gratis. Tapi setelah itu saya beli obatnya dengan harga Rp. 25.000 satu paket,” kata seorang siswa berinisial “A”, setelah dia sadar dan berhasil diselamatkan oleh UGD RSJ.

Polisi menghimbau kepada masyarakat dan ibu bapa untuk mengawasi anak-anak mereka agar tidak terjerat dalam penyalahgunaan obat terlarang yang mematikan tersebut.  (Max/Din/HNB1)