HotNewsBatam.com, Batam : Warga Batam dibikin pusing soal  PT Perusahaan Listrik Nasional (PT PLN) Batam yang memberlakukan pemadaman lisrtik bergilir serta pernyataan PLN Batam yang menyatakan merugi hingga 17 Milliar Rupiah per bulannya.

Pada umumnya kebanyakan warga Batam merasa heran soal PLN yang menyatakan rugi karena mereka berfikir jika PLN rugi, bagaimana bisa dan apa pokok dari permasalahan itu. ” Kok bisa rugi sedangkan pernyataan itu udah bertahun tahun diungkapkan oleh pihak PLN, tidak mungkin tidak ada solusinya?, Kalau saya yang berbisnis seperti itu, rugi melulu, pasti saya udah gulung tikar dan balek kampung ” kata Ibu Radiah yang berada di perumahan Tiban Indah.

“Kami tidak mengerti persoalan yang menjadi masalah PLN karena rata rata yang membayar tagihan tetap lancar walaupun ekonomi sedang lesu dan PHK membayangi setiap pekerja di Batam ini” tambah ibu Radiah.

Persoalan yang timbul dari akibat seringnya mati lampu bergilir yang dilakukan PLN membuat banyak warga dan perusahaan terjejas aktivitasnya. PLN berdalih bahwa terpaksa melakukan pemadaman karena harga pasokan bahan bakar yang digunakan untuk pembangkit listrik dan operasional, biayanya tidak seimbang dengan pendapatan PLN selama ini.

Pada tahun 2014 Perusahaan Bright PLN Batam pernah mengyatakan merugi hingga 7 Milliar dan sekarang kerugian hampir mencapai 16 Milliar Rupiah per bulannya. Sungguh angka yang sangat fantastis dan membuat warga pada bertanya tanya tentang pernyataan itu.

Pihak PLN Batam mengajukan kenaikan Tarif Listrik bertahap sebesar 15% dari tarif lama yang berlaku sekarang ini. “Tanpa kenaikan tersebut, kualitas listrik PLN Batam tentu akan mengalami penurunan. Pemadaman listrik akan dilakukan dan pasti akan menggangu masyarakat,” kata Amjon Kamis – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kepri.

Awal Januari 2017 lalu, tarif listrik Batam telah mengalami kenaikan sebesar 15 persen dari 30 persen yang diusulkan oleh Pihak PLN, namun  dengan tambahan biaya yang dibebani kepada masyarakat itu ternyata belum mampu menutupi biaya operasionalnya.

Amjon menyatakan bahwa BPK ( Badan Pemeriksaan Keuangan) sedang melakukan audit keuangan PT PLN Batam. Dia juga menyatakan bahwa  permasalahan listrik  Batam sulit diselesaikan jika masyarakat tidak setuju dengan kenaikan tarif listrik yang direncanakan sebesar 15%.

“Kenaikan tarif listrik 15% bukan untuk menguntungkan PT PLN Batam, melainkan untuk bertahan agar tidak mengalami kerugian” ungkapnya.

Kenaikan tarif diajukan PLN Batam belum diputuskan tanggal efektifnya karena Pak Walikota Batam meminta agar pihak Bright PLN Batam melakukan sosialisasi dan menampung aspirasi dari masyarakat Batam sebelum pembahasan besaran penyesuaian tarif diberlakukan. (Max/Din/HNB1)