HotNewsBatam.com, Batam : Dalam sebulan terakhir Batam sering menjadi gerbang tujuan masuknya narkoba yang sangat meresahkan masyrakat Indonesia, khususnya Batam.

Bisnis haram ini memang menggiurkan bagi pemakai, kurir, pengedar dan produsen narkoba karena menjanjikan hasil yang mengiurkan.

Bagi yang terlibat risiko yang berakibat fatal tidak setimpal dengan hasil yang mereka peroleh. Pihak berwajib dengan giat menangi masalah ini dengan melakukan berbagai kegiatan seperti yang dilakukan Bea dan Cukai Batam.

Dalam jangka waktu sebulan ini aja sudah banyak kasus penangkapan yang telah dilakukan oleh jajaran Bea dan Cukai Batam yang terus memantau Perairan, Bandara dan Pelabuhan di Batam. Diperkirakan jumlah seludupan narkoba yang mencapai ratusan gram dapat diamankan  BC Batam.

Baru baru ini seorang pria asal Sumbawa Besar, NTB berhasil ditangkap dengan modus menembunyikan narkoba jenis sabu yang disembunyikan dalam duburnya pada hari Minggu  (27/8) pagi kemarin.  Donny Matano, 36, masuk ke Batam dari pelabuhan Stulang Laut, Malaysia ditangkap apabila pihak BC Batam mencurigai gerak geri ketika dia turun dari Kapal.

“Donny Matano kami amankan setelah dilakukan analisis paspor, wawancara dan pemeriksaan badan. Terlihat ada sesuatu di dalam dubur pelaku,” kata Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam Raden Evy Suhartantyo, Kamis (31/8).

Dari pemeriksaan yang dilakukan pihak BC Batam, akhirnya Donny mengakui menyimpan dua paket sabu-sabu di dalam duburnya. Donny pun segera dibawa ke Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) untuk mengeluarkan barang haram tersebut.

Sebelumnya ada beberapa kasus juaga yang melibatkan Syahrul bin Saleh asal Moro dengan modus yang sama, Rini Handayani dengan menyembunyikan narkoba di pembalut wanita yang dipakainya, Mohamad Shafiq bin Sulaiman seorang warga negara Malaysia kedapatan menyembunyikan narkoba didalam anus.

Batam kini menjadi pintu masuk jaringan narkoba dan dari beberapa kasus yang dapat diungkap pihak berwajib Pulau Batam tidak membuat jera bagi pelaku kejahatan narkoba. Tidak hanya warga Indonesia saja yang berani melakukan tindakan kriminal ini, akan tetapi banyak juga gembong narkoba yang nekat berupaya untuk memasok narkoba ke Wilayah Kepri.

Warga Batam  sangat berterima kasih pada pihak Bea Dan Cukai dan Kepolisian Pulau Batam karena pengedaran Narkoba di Batam sudah sangat meresahkan. “Kita harus menjaga Generasi Muda Kita agar maju dan berprestasi serta jauh dari pengaruh Narkoba yang merusak” Kata Irawan,seorang tokoh masyrakat Batam. (Max/Din/HNB1)