HotNewsBatam.com, Hongkong : Topan badai yang berkategori 10 memporak perandakan Hong Kong pada Rabu 23 Agustus lalu. Disambut dengan hujan dan angin kencang, Typhoon Hato, membuat kota yang biasanya ramai dengan aktivitas itu terhenti total.

Laporan sementara  dari otoritas setempat bahwa 34 orang mengalami cedera di kotanya dan 3 orang meninggal dunia di Macau. Pihak bandara Hong Kong menutup jalur penerbangan untuk menghindari dari kecelakaan dan semua penerbangan baik yang akan mendarat atau berangkat dibatalkan.

Sekolah, Kantor Pemerintah serta swasta di liburkan untuk mengantisipasi kejadian tersebut. Pemerintah Hong Kong telah mengetahui akan terjadinya badai yang sangat dahsyat dan berupaya untuk memberi amaran demi keselamatan warganya.

Pihak Observasi cuaca setempat memprediksi bahwa badai topan berskala 10 akan melanda Hong Kong sekitar jam 9 pagi. Amaran seperti ini pernah terjadi sejak 5 tahun yang lalu. Pada tahun 1997 kejadian serupa melanda Hong Kong ketika bekas koloni Inggris ini dikembalikan ke Pemerintahan Cina.

Air laut yang meluap didorong angin kencang menyapu pesisir pantai dan bangunan di sekitarannya juga menyebabkan banjir. Pelabuhan dan feri angkutan di non aktifkan sebelum kejadian tersebut terjadi.

Hong Kong menjadi lumpuh total dan segala transaksi bisnis serta indeks saham diberhentikan untuk sementara waktu.

Badai Topan Hatobermula dari lautan Taiwan menyebrangi Hong Kong dan diperkirakan akan melintasi daratan Cina iaitu Guandong.

Seorang penduduk Pulau lantau (bagian barat kota) Garret Quigley menyatakan ” Saya belum pernah melihat kejadian seperti ini, ini sangat mengerikan sekali, saya melihat banyak kendaraan tenggelam serta pohon pohon tumbang dimana mana.”

Pada saat ini, setelah kejadian yang mengerikan itu terjadi, Pemerintah Hong Kong mulai beraktivitas kembali dan melakukan pembenahan,perbaikkan infrastrukturnya serta memberikan bantuan kepada warganya yang berimbas dari kejadian tersebut. (Max/Din/HNB1)