HotNewsBatam.com, JAKARTA, 28 Juli 2017 : Pertemuan Tingkat Menteri Ekonomi RI-Singapura, telah menghasilkan tiga kesepakatan/MoU bisnis bagi kedua negara, yaitu: (i) MoU pembentukan Indonesia-Singapore Business Council antara BKPM, KADIN, Economic Development Board (EDB) dan Singapore Business Federation (SBF), (ii) MoU Pelindo III dan Genting untuk pengembangan pelabuhan Celukan Bawang, dan (iii) MoU Pelindo Properti Investasi (PPI) dan perusahaan Singapura SUTL untuk pengembangan Marina Boom Banyuwangi.

Pertemuan bilateral tingkat Menteri untuk kerjasama ekonomi Indonesia-Singapura diselenggarakan di Jakarta dipimpin oleh Menko Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, dan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Lim Hng Kiang dengan anggota delegasi bisnis terdiri dari 30 pelaku usaha/investor. Pertemuan didahului pertemuan bisnis yang dilaksanakan oleh KADIN dan Singapore Business Federation di KADIN RI pada tanggal 27 Juli 2017.

Dalam sambutannya Menko Perekonomian kembali meyakinkan investor asal Singapura untuk menanamkan modalnya di Indonesia. “Saat ini Pemerintah Indonesia telah melakukan perubahan besar-besaran untuk mempermudah iklim investasi dan usaha, khususnya untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5.2 % tahun 2017. Hal-hal yang menjadi prioritas Pemerintah adalah pembangunan infrastruktur, peningkatan SDM melalui Pendidikan dan sinkronisasi kebijakan antara pelaku usaha tradisional dan industri”, jelas Menko Darmin.
Sementara Menteri Lim Hng Kiang, menyambut baik perbaikan yang sudah dilakukan Pemerintah Indonesia. “Singapura akan tetap menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan untuk berinvestasi, dan komitmen Pemerintah Singapura adalah untuk memaksimalkan potensi kedua negara untuk meningkatkan kesempatan pelaku usaha kedua negara, khususnya di bidang ekonomi digital, seperti financial technology, jelasnya.

Pertemuan membahas perkembangan kerjasama di bawah koordinasi enam kelompok kerja sama (working group), yaitu,

(i) kerja sama untuk kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK), yang menekankan pentingnya  membangun kawasan ramah investasi dengan infrastuktur yang terpadu;

(ii) kerjasama investasi, termasuk kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga gas dalam skala kecil antara PT. PLN, dengan Keppel dan Pavilion Energy, untuk penyediaan listrik di kawasan terpencil di Sumatera dan Kalimantan Barat,

(iii) kerja sama perhubungan (transportasi), dengan menekankan peningkatan kapasitas untuk pengembangan transportasi laut, dan peningkatan rute penerbangan Jakarta-Singapura;

(iv) kerja sama pariwisata, antara lain kerja sama pariwisata cruise, dan promosi bersama dan pengembangan destinasi bersama, Meeting Incentives, Conference and Exhibition(MICE);

(v) kerja sama ketenagakerjaan, yang menekankan peningkatan kapasitas SDM, traning for trainers bagi tenaga perawat dan tenaga professional lainnya, serta pengiriman care givers dan perawat ke Singapura

(vi) kerjasama pertanian, konsolidasi kerjasama dengan deliverables peningkatan ekspor produk pertanian asal Indonesia, seperti pisang Cavendish, produk perikanan dan pontensi produk pertanian lainnya ke Singapura.

Dubes RI, Ngurah Swajaya, secara khusus menghargai kemajuan keenam kelompok kerja RI-Singapura, yang dapat meningkatkan investasi, perdagangan dan pariwisata bilateral RI-Singapura. Beberapa hasil kongkrit 6 kelompok kerja akan dilaporkan sebagai hasil-hasil konkrit Leaders’ Retreat yang akan dihadiri Presiden RI dan Perdana Menteri Singapura pada awal September 2017.

Sumber : PENSOSBUD/EKONOMI