HotNewsBatam.com, Batam : Bisnis Narkoba yang menggiurkan bukan hanya bandar dan Kurir melainkan ruang lingkup intintusi yang terkait.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau Brigjen  Pol  Nixon Manurung mengecam 5 orang oknum apararat yang terlibat Penggelapan Barang Bukti  sitaan sabu yang ditukar dengan tawas.

“Kita harus komit dan konsisten tentang pemberantasan pengedaran gelap narkoba. Ini, saya tidak setuju ada oknum yang terlibat seperti di Bintan,” ujar Kepala BNNP Kepri saat pemusnahan sabu di Kantor BNNP Kepri kamis siang (27/7/2017).

Secara pribadi ia mengatakan, sebagai Polisi Aktif, sangat menyesalkan atas  keterlibatan oknum berseragam coklat.Menurutnya jika aparat baik instasi terkait turut terlibat mengedarkan narkoba merupakan bentuk penghianatan terhadap Negara.Selain itu Nixson menambahkan modus pengelabuan sindikat pengedaran Sabu.

Di Kepri rata-rata menggunakan kemasan makanan bermerek luar dengan tulisan cina. “Untuk hari ini kita memusnahkan  5,8 Kilo gram sabu, BNN pusat minta  kemasan (cangkang) teh hijau bertulisan cina tersebut dikirim,” ujar Nixon usai pemusnahan 5,8 kilo gram sabu di Kantor BNNP Kepri.

Dari total 5,823 kilogram sabu  yang dimusnahkan, 2 kilo diantaranya di kemas dengan menggunakan Teh Hijau yang terdiri dari 2 pak seberat 1 kilo. Sisanya dikemas menggunakan pelastik bening biasa.(Azk/Din/HNB1)