HotNewsBatam.com, Batam: SEKITAR 4.280 ekor burung jenis kacer dari Malaysia yang diduga membawa virus berbahaya berhasil diamankan satuan tugas kapal patroli Bea dan Cukai Batam. Aksi pengamanan ribuan burung tersebut hasil dari koordinasi dan komunikasi yang baik dari tim patroli BC Batam yang terlatih.

“Hewan ini bisa saja membawa virus karena masuknya dengan diselundupkan di pelabuhan tidak resmi di kawasan perairan dekat Tiban. Awalnya kami kira para penyelundup akan menyelundupkan narkoba. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan yang intensif di kotak pembawa burung. Ternyata tidak ditemui,” kata Kabid BKLI BC Batam, Raden Evy Suhartantyo kepada wartawan, Jumat (21/7).

Dia menjelaskan aksi penangkapan ribuan burung dari Malaysia tersebut hasil kerjasama tim patroli laut Kantor Palayanan Umum (KPU) Bea Cukai Batam dan CSS BC Batam yang terdiri dari satuan tugas kapal patroli BC 20007, BC 1001, BC 15028, dan BC 1501.

Lokasi pengamanan pun cukup sulit, karena diapit oleh dua pulau kecil dan melalui selat kecil yang dikenal sebagai selat ular di bagian perairan Tiban Mentarau, kecamatan Sekupang, Batam.

Ribuan ekor burung Kacer tersebut dikemas ke dalam 214 keranjang, tiap keranjang berisi 20 ekor burung.

Namun karena kondisi penangkapan dilakukan pada pagi dini hari, para pelaku yang terdiri dari 5 orang berhasil melarikan diri ke daratan setelah mengandaskan speedboat mereka, serta berenang menuju daratan di perairan Tiban Mentarau.

“Speedboat beserta muatannya telah kita kuasai dan dibawa ke KPU Bea Cukai Batam,” tambah Evy.

Karena takut membawa virus dari Malaysia pihak BC Batam, selanjutnya menyerahkan ribuan ekor burung itu ke Karantina Hewan Batam untuk penanganan lebih lanjut.(Max/din/HNB-1).