RUSUN MAHASISWA BTP PERTAMA DI KEPRI

0
144
Guna memberikan fasilitas dan kenyamanan bagi mahasiswanya BTP membangun asrama mahasiswa. M Nur Nasution (tengah) mengatakan bahwa BTP menargetkan mahasiswa baik dalam dan luar negeri akan dapat menggunakan fasilitas tersebut. Tampak pada foto, Mr Benny (kedua dari kiri) dan Mr Asrizal alias Bobo (paling kanan).(Puj/HNB)

HotNewsBatam.com, Batam : Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melakukan peletakan batu pertama dalam pembangunan asrama mahasiswa di kampus Batam Tourism Polytechnic (BTP).

Acara peletakan batu pertama ini juga di hadiri langsung Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Walikota Batam M. Rudi, Bupati Karimun  Aunur Rafiq, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, Bupati Anambas  Abdul Haris, dan Deputi IV Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya Badan Pengusahaan(BP) Batam, Purba Robert M Sianipar.

Dalam kata sambutannya Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan asrama yang segera dibangun itu nantinya akan berguna bagi mahasiswa BTP khususnya bagi mahasiswa yang berasal dari luar Batam, termasuk mahasiswa dari luar negeri yang belajar berbagai hal terkait dunia wisata.

“Kami mengharapkan asrama ini bermanfaat bagi mahasiswa. Dan semoga BTP dapat menjadi perguruan tinggi yang bergengsi guna memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa,” katanya, akhir pekan lalu.

Peletakan batu pertama di atas lahan kurang lebih 1000 Meter persegi yang berlokasi di perumahan Vitka City , Tiban Ayu Sekupang, Batam.

Pembangunan Rusun milik Yayasan Vitka ini, bersumber dari APBN disalurkan melalui dana hibah yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Tujuan dari pembangunan asrama BTP ini nantinya diharapkan dapat menjadi sebuah institusi pendidikan berkualifikasi internasional  yang memiliki program dalam bidang hospitality tourism antara lain Room Division Management, Food and Beverage Management dan juga Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana bagi para mahasiswa Batam Tourism Polytechnic (BTP).

Direktur BTP M Nur Nasution mengatakan pengembangan sumber daya manusia saat ini membutuhkan keahlian, sehingga perlu tempat yang mampu menampung desakan tersebut, guna menjadi sarjana di bidang wisata yang berkualifikasi.

“Nah saat ini banyak mahasiswa kami yang masih nyewa di sekitar kampus. Apalagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah. Latar belakang ini yang melandasi kami untuk dapat menyediakan tempat bagi mereka, hibah pemerintah ini sangat berarti sekali bagi kami guna memberikan yabg terbaik bagi mahasiswa kami,” katanya.

Kendala Lahan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mochammad Basoeki Hadimoeljono menyatakan sulit untuk merealisasikan program sejuta rumah murah di Kota Batam Kepulauan Riau.

“Kepri bagian dari program sejuta rumah. Tapi di Kepri, khususnya Batam jarang ada rumah murah. Pengembang di Batam cenderung lebih fokus kepada pembangunan rumah menengah atas,” katanya.

Pengembang lebih suka mengembangkan rumah menengah ke atas karena kesulitan mendapatkan lahan, terutama di pulau utama.

Harga sewa lahan di pulau utama juga terus naik, sehingga pengusaha kesulitan untuk menjual rumah murah dengan harga yang ditetapkan pemerintah.

“Lahan menjadi kendala tersendiri, sehingga harganya akan dikaji lagi,” kata Menteri.

Menurut dia, program rumah murah di Batam lebih tepat dengan model rumah susun, untuk menyiasati kendala lahan.

Saat ini, pemerintah tengah membangun dua menara rumah susun di Batam, dan rencananya tahun ini dibangun tiga menara lagi.

Menteri mengingatkan dalam program sejuta rumah murah, pemerintah menawarkan Fasilitas Likuidasi Penyediaan perumahan (FLPP). Warga dengan gaji antara Rp4 juta sampai Rp7 juta bisa menikmati fasilitas tersebut.

Warga bisa membeli rumah dari BTN dengan uang muka hanya 1 persen.

“Pemerintah juga memberikan bantuan uang tunai Rp4 juta untuk membantu membayar uang muka dan administrasi lainnya,” kata dia.

Sebelumnya Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertamanan Kota Batam Herman Rozie mengatakan pemerintah kota telah mengajukan pembangunan dua menara kembar rumah susun sewa untuk 2018.

“Kami ajukan rusun, yaitu dua menara kembar di belakang Batamindo dan satu menara kembar di Tanjunguncang, Putra Jaya,” kata dia.

Satu menara kembar mampu menampung 70 hingga 80 unit Rusun.

“Hampir seluruh rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah, ini amanat undang-undang,” kata dia. (Max/HK/Media Indonesia)