Bawang Merah: Komandan Patroli BC 20002 DJBC Raden Isya Karimona yang di BKO ke DJBC Aceh, berhasil mengamankan tiga kapal penyelundup bawang yang masuk dari Thailand dan Malaysia (Max/HNB)

HotNewsBatam.com, Batam : Kolaborasi Kanwil DJBC Aceh dan Kanwil DJBC Khusus Kepri yang dilakukan selama 30 hari berhasil mencegah penyelundupan 3 kapal penyelundup yang akan memasukan berbagai barang illegal ke Indonesia seperti bawang, pakaian bekas, dan ayam Bangkok.

Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi (PSO) Kanwil DJBC Khusus Kepri, Raden Evy Suhartantyo mengatakan dengan diperbantukannya sejumlah
kapal patrol ke Kanwil DJBC Aceh beberapa tangkapan berhasil dilakukan oleh petugas, dan beberapa orang tersangka penyelundupan juga berhasil diamankan.

“Tujuan kerjasama ini merupakan upaya yang sudah lama dirintis antar DJBC yang ada di Sumatera, kolaborasi ini sangat membantu memberikan asistensi agar kerugian negara di daerah lain bisa dikurangi akibat aksi penyelundupan,” katanya, kemarin.

Menurut dia, satuan tugas patroli laut Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, kapal patroli BC 20002 yg ditugaskan BKO ke Kanwil DJBC Aceh selama 30 hari sejak 20 Februari 2017 dan pertengahan Maret ini, terbukti dapat memberikan asistensi dengan berhasil mencegah para
penyelundup yang melakukan aksinya, kendati cuaca di perairan sekitar Aceh tidak bersahabat.

Beberapa kapal yang berhasil ditindak itu antara lain 22 Februari 2017, kapal patroli BC 20002 berhasil menegah KM. Jasa Ibu dari Thailand tujuan Ujung Tamiang di perairan Tamiang Aceh, koordinat 04’40’36 U/
98’30’12″T, kapal bermuatan bawang merah 15 ton, Ayam bangkok 50 ekor dan Ballpres 10 karung, jumlah kru kapal yang berhasil diamankan sekitar 4 orang. Selanjutnya kapal tersebut diserahterimakan ke KPPBC Belawan utk pemeriksaan lebih lanjut.

Tangkapan kedua, pada 28 Februari 2017 di perairan Sungai Air Masin Aceh Tamiang dengan koordinat 04-19-24N / 98-24-00E , kapal patroli BC 20002 berhasil mencegah kapal penyelundup KM JASA IBU, GT-20, nomor
10/QQD bermesin Mitsubishi  kekuatan 220 pk, jumlah kru yang diamankan sekitar 5 orang dan jumlah muatan 30 ton @ 20 kg bawang merah asal Thailand yg akan diselundkan ke Sei Air Masin Aceh Tamiang.

Sedangkan pada awal Maret ini satuan patroli yang ditugaskan Kanwil DJBC Khusus Kepri kembali memperlihatkan aksinya yaitu pada 3 Maret 2017
berhasil menangkap KM Baiduri GT-32 No.187/QQD  di  perairan Sei Air Masin dg koordinat 04-18-18″U / 98-26-42″T , kapal tersebut berasal dari Thailand tujuan Sei Air Masin Kab. Aceh Tamiang, dengan muatan bawang
merah  sebanyak 30 ton, dengan ABK 5 (lima) orang.

Seperti diketahui kerjasama itu DJBC di Sumatera tersebut
dilatarbelakangi oleh pertimbangan bahwa  sektor perairan Aceh Tamiang juga merupakan salah satu titik rawan di Selat Melaka sebagai pintu masuk barang-barang  yg akan diselundupkan di sepanjang pantai timur Sumatera. Sehingga sinerginya dapat mempermudah tugas pengawasan.

“Dengan bertukar pengalaman, dan berbagi keahlian kepada rekan-rekan di DJBC lainnya merupakan kewajiban yang harus kami lakukan. Kebetulan, Kepri merupakan sarang penyelundup.Sehingga kami banyak menimba ilmu
dari pengalaman penangkapan aksi penyelundupan, dan bagaimana mendeteksi arah tujuan kapal tersebut. Ini merupakan rangkaian edukasi antar DJBC,”
ujarnya.

Sedangkan nilai tangkapan dari tiga kapal penyelundupan tersebut, hingga saat ini masih dalam perkiraan KPPBC Belawan. Perkiraan sementara total kerugian negara yang berhasil diselamatkan sekitar puluhan juta. Kendati
nilai tangkapannya tidak seberapa, tapi hal ini memberikan shock therapy bagi para penyelundupan di perairan tersebut bahwa seluruh perairan Sumatera menjadi pengawasan pihak BC. (Max/HK/MI)