MENKEU HUBUNGI BC KEPRI

Terkait Penyerangan Kapal

0
175

HotNewsBatam.com, Batam : DJBC Khusus Kepri mengakui Menkeu Sri Mulyani sudah menanggapi soal penyerangan kapal patroli BC-10002, Sabtu dini hari (28/1) di serang oleh kapal penyelundup bermuatan balpres atau pakaian bekas, peristiwa penyerangan tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB.

Menurut Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi (PSO) Kanwil DJBC Khusus Kepri Raden Evy Suhartantyo mengatakan Menkeu telah menelpon untuk menanyakan hal penyerangan tersebut. Namun, dia tidak disebutkan kapan Menkeu menanyakan soal penyerangan kapal itu.

“Kemarin dia ( Menkeu) sudah menghubungi kami. Kami melaporkan hal itu ke Menkeu sebab ada beberapa petugas kami yang cedera katanya. Ini terjadi saat petugas melakukan patroli rutin di sekitar wilayah perairan Kepulauan Riau menerima informasi adanya kegiatan penyelundupan yang di lakukan Kapal KM.Nur Aflah,GT-22 yang berangkat dari pelabuhan Port Klang Malaysia dengan muatan balpres pakaian bekas asal luar negeri,” katanya, Selasa (31/1).

Kemudian Kapal Patroli BC-10002 mencoba menghampiri Kapal KM. Nur Aflah GT-22 yang dikawal massa sebanyak 51 orang ABK,Namun saat akan dilakukan penghentian kapal,tiba-tiba massa mengadakan perlawanan secara brutal dengan melemparkan bom molotov maupun mercon secara bertubi-tubi ke arah kapal Patroli BC-10002 milik bea cukai.

”Kejadian ini berlangsung dari pukul 03.30 sampai dengan pukul 05.00 WIB,” tambahnya.

Menurut dia, aksi perlawanan dari pihak petugas patroli bea dan cukai pun langsung melakukan upaya dengan melakukan peringatan berkali-kali, namun tidak membuat berhenti aksi penyerangan dari pihak penyelundup dengan melempari batu dan bom molotov,hingga membuat kapal patroli mengalami kerusakan.

Sejumlah bantuan dari kapal patroli milik bea cukai mencoba membantu dan mengejar,ironis nya nahkoda dan anak buah kapal KM.Nur Aflah memilih untuk membakar kapal mereka sendiri,dan seluruh crew kapal tersebut melopat ke laut” Ujar Evy.

Namun, pihak DJBC Khusus Kepri tidak mendapatkan para pelaku. Karena diduga kabur. Dan petugas kewalahan. (Max/HNB)